Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Halo Senja

Selamat Senja mas Sadar aku bukan lagi milikmu Mencoba percaya bahwa semua akan baik-baik saja Tanpamu? Apakah semua akan baik-baik saja? Ku pikir IYA! Semuanya terasa nyaris sama seperti sebelum kita bersama Hanya seperti ada yang hilang Mungkin perasaan ini hanya sementara Sama seperti hubungan kita yang perjalanannya tidaklah lama Kamu bilang "kamu akan lebih baik tanpaku" Ya, kamu benar Tidak ada lagi yang harus aku khawatirkan Tidak ada lagi yang harus ku tunggu Tidak ada lagi yang harus aku semangati Semuanya menjadi lebih baik Aku lebih baik Kamu lebih dari lebih baik Mungkin nanti aku akan rindu mas Rindu itu rumit ya? Datang dengan semaunya Tidak tau waktu dan tempat Ah bukan, bukan rindu yang rumit Hanya kita saja yang membuatnya menjadi rumit Jikalau memang rindu, temui! Mudahkan? Nyatanya rindu tak semudah itu mas Selamat menjalani hari-hari penuh rindu Teruntuk kamu laki-laki dari kota tugu

That's my way

5 tahun di Jogja, cukuplah membuatku mencintai kota kecil istimewa ini. Menganggap Jogja adalah tempat ku untuk pulang. Bahkan terkadang, aku mencintai Jogja melebihi cintaku pada tanah kelahiranku sendiri. Seringkali aku diliputi rasa bersalah, mengapa aku lebih memahami kota orang dibandingkat kota kelahiranku sendiri? Bahkan, aku pernah sesekali menata masa depanku, berharap selepas lulus S1 aku akan menetap di Jogja untuk seterusnya. Kemudian aku sadar, aku harus membangun kota kelahiranku. Kota kecil dengan sejuta kenangan masa kecil. Karena di sanalah aku lahir dan tumbuh. Baru aku sadari, jikalau bukan aku yang merubah tanah kelahiranku, siapa lagi? Semua orang harus berfikiran seperti itu kan? Jambi, kota kecilku. Tunggu kepulanganku ya! Setelah aku meraih apa yang aku mimpikan, aku akan berusaha untuk kembali.